Beranda Wanita Tangguh Batik Tulis Sampang, Dari Madura Menembus Pasar Dunia (Part III)

Batik Tulis Sampang, Dari Madura Menembus Pasar Dunia (Part III)

0

Pada tulisan sebelumnya,  batik dan garam bagi Lies Uwek sebagai bentuk kearifan lokal dalam aspek ekonomi, namun harus dipertahankan atau dimajukan, dan implementasi local wisdom itu dalam bentuk karya nyata sesuai dengan perkembangan zaman bukan ditelan oleh zaman yang melaluinya.

salah satu hasil desain dan rancangan Lies Uwek (Foto Istimewa)

Lies Uwek si anak desa nan karib dengan pergulatan kehidupan di Sampang membuka kedoknya pada dMagek.ID, nama Uwek adalah panggilan kecilnya waktu di Sampang dengan tubuh pendek kecil, kurus, kucel, dan hitam. Dia tidak pernah membayangkan kalau kelak seperti saat ini, akan dapat menjelajahi beberapa negara Asia dan Eroupa, walaupun sebetulnya sangat takut naik pesawat, dan kalau bukan karena pandemi Covid 19 yang tengah melanda hampir seluruh penjuru dunia  termasuk Amerika, mungkin dia sudah terbang ke belahan benua “paman Sam” itu.

Lies Madinatul Munawwarah yang lebih dikenal Lies Uwek sudah berkunjung ke beberapa negara sepertiJepang, Korea, China, Turky dan lain-lain, kunjungan itu dia lakukan bukan sebagai pelancong, tapi  dalam rangka memperkenalkan desain batik rancangannya melalui fashion show, pameran atau batik tulis (tradisional) Sampang dari tanah kelahirannya si anak tunggal dari pasangan keluarga Kyai H. Djuawaire  dan Hajjah Surrofah.

Sebagaimana pada tulisan bagian pertama, Lies uwek  yang hobby dengan desain khusus batik ini, yang  akhirnya dia gagal menjadi seorang serjana hukum namun hobby nya sejak kecil itulah yang membawa batik Tulis Sampang merambah dunia.

Lies Uwek memperagakan teknik membatik pada sebuah pameran (foto istimewa)

Berikut wawancara dMagek.ID dengan Lies Uwek.

Hey mba’ Uwek apa kabar ?

Baik Alhamdulillah sehat.

Boleh dong kita bincang-bincang tentang batik tulis khas Sampang ?

Wah dengan senang hati lho mas…monggo.!

Ok, langsung aja ya mba’. Kenapa anda tertarik dengan batik tulis ?

Agak Panjang  sih ceritanya

Bisa Anda ceritakan ?

Sepertinya sudah bakat alami saya lho mas (sambil ketawa). Saya masih ingat betul saat  kecil di kampung dulu sewaktu masih sekolah dasar, saya selalu bermain dengan kertas pensil dan gunting, lalu mengunting kertas dan saya buat menjadi baju, paling betah duduk diam melakukan itu beramin dengan peralatan tersebut.

Koleksi batik tulis karya desain Lies Uwek yang di pajang pada show room-nya, terletak di jalan Babatan Pilang 1/18- Wiyung Surabaya – Jawa Timur (foto istimewa)

Kalau lagi sendirian di rumah maka sudah pasti pelarian sepi  saya pada kertas dan pensil, kadang saya tak sadar kalau akhirnya sudah bermacam desain berbahan kertas tadi menjadi berbentuk baju.( sesuai dengan permainan anak kecil seusia itu)

Baca juga : /batik-tulis-sampang-dari-madura-menembus-pasar-dunia-part-i/

Ternyata setelah kuliah di Fakultas Hukum Ubaya, tanpa sepengetahuan orang tua, saya sempatkan untuk mengikuti kuliah desain dan rancang mode di akademi termasuk belajar pada lembaga kursus, karena  saya lebih tertarik dengan dunia fashion ketimbang menjadi seorang notaris  seperti yang diinginkan oleh orang tua saya.

Kenapa memilih batik, secara batik tulis pengerjaannya memakan waktu yang lama ?

Lies Uwek bersama pelanggan setianya dari Jepang dan Singapore (foto istimewa)

Bagi saya batik itu sudah mendarah daging, nenek saya adalah seorang pembatik yang diwarisi dari leluhurnya, memang dari sisi bisnis orang melihatnya tidak akan menguntungkan, sebab pengerjaan satu helai batik tulis yang berkualitas itu bisa memakan waktu sampai satu bulan, tapi itu yang membuat saya terpicu dan tertantang, karena saya yakin suatu saat batik tulis khas Sampang ini akan punya nilai ekonomis. Dan Alhamdulillah sekarang terbukti kan ? hehehe..

Baca juga : /batik-tulis-sampang-dari-madura-menembus-pasar-dunia-part-ii/

Artinya ?

Harga itu ditentukan oleh kualitas, karena pecinta batik tulis itu tahu mana batik yang berkualitas, lalu saya berpikir harus mencari sesuatu yang diunggulkan dan berbeda dengan yang lain, meskipun bahan dasarnya sama, namun batik tulis asli Sampang akan terlihat berbeda dan punya ciri khas serta tidak akan bisa ditiru orang, karena saya mendesainnya dengan hati, itulah kelebihan batik tulis saya.

Lies Uwek bersama anak sulungnya Aladi Syarul Putra “Sesibuk apapun keluarga tetap nomor satu” (foto istimewa}

Bagaimana dari sisi bisnisnya ?

Wah….! Sangat menjanjikan sekali, terbukti saya kewalahan menerima order dan tidak bisa memenuhi undangan dari beberapa tempat untuk mengadakan fashion show dan pameran batik tulis karya saya ini, semua itu  diluar ekspektasi saya lho, coba bayangkan apa yang saya raih hari ini, seorang gadis desa yang dulunya  hitam kecil pendek pula bisa berkeliling dunia dengan batik. Alhamdulillah inilah kenyataan yang dianugerahkan Allah, Swt kepada saya. Setidaknya saya boleh berbangga dong (sambil tersenyum) atas  karya sendiri, berbangga karena telah berbuat dan berkontribusi untuk mempertahankan khasanah negeri atau budaya negeri tercinta, kebanggaan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini.

Dengan batikpun bisa tampil modis (foto istimewa)

Hmm…!  Apa sih mba hebatnya karya anda itu ?

Saya mengerti persoalan batik dan paham sekali, bahwa pada selembar kain batik itu ibaratnya sebuah cerita yang terbentang dalam selembar kain yang disimbolkan dengan lukisan-lukisan.…..(bersambung)

(Tunggu ya, wawancara eksklusif kami  pada Part IV nanti, hehe)

Senior Editor : Trides

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here