Beranda Pojok Dedi Mahardi Jiwa Kering Dalam Raga Yang Basah.

Jiwa Kering Dalam Raga Yang Basah.

0
Ilustrasi (foto dok Dedi Mahardi/dMagek.ID

Oleh : Dedi Mahardi

Air adalah zat terbanyak diantara zat lainnya dari semua komposisi yang terkandung dalam tubuh manusia. Walaupun tidak persis sama antara seseorang dengan orang yang lainnya, akan tetapi secara umum kandungan air dalam tubuh manusia tidak jauh berbeda. Ketika masih bayi kandungan airnya adalah sekitar 80%, lalu setelah dewasa berkurang menjadi hanya sekitar 60 %, kemudian setelah berusia diatas 65 tahun berkurang lagi menjadi sekitar 50%.

Tidak hanya manusia dan makhluk hidup yang menghuni bumi ini saja yang mayoritas terdiri dari air, tetapi bahkan bumi itu sendiri juga mayoritas terdiri dari air. Bumi ini 71% nya terdiri dari lautan yang berupa air asin, air tawar yang ada di sungai, danau dan telaga serta yang ada di perut bumi.

Artinya disamping di dalam tubuh manusia yang dominan air, tetapi juga lingkungan hidup manusia dominan terdiri dari air, sehingga sudah seharusnya manusia memahami karakter air. Kenapa manusia harus memahami karakter air? Karena untuk bisa beradaptasi dengan sesuatu, kita harus memahami karakter sesuatu tersebut, agar tidak salah memperlakukan atau berkomunikasi sesuatu tersebut.

Dalam tubuh manusia ada empat unsur yang masing-masingnya memiliki sifat dan fungsi serta pengaruh berbeda-beda kepada jiwa seseorang, yaitu ;

  1. Unsur air, mewakili kebaikan atau budi
  2. Unsur tanah, mewakili kepatutan atau rasa
  3. Unsur api, akal pikiran
  4. Unsur angin, ilmu pengetahuan

Jika ke empat unsur berfungsi secara maksimal maka seseorang akan bernilai dan unggul serta menonjol dibandingkan manusia lainnya. Hanya saja tidak banyak orang yang memaksimalkan ke empat unsur tersebut untuk meraih tujuan hidup yang hakiki, karena lebih banyak dikuasai oleh nafsu keinginan bersenang-senang dan mendapatkan apa yang diinginkan. Dengan focus ingin mendapatkan sesuatu atau memuaskan hawa nafsu maka sering nilai-nilai kemulian atau nilai-nilai kemanusian terabaikan. Karena semua kelebihan yang dianugerahkan oleh yang Maha Pencipta langit dan bumi, untuk sujud beribadah dan berbuat yang bermanfaat alam semesta berserta isinya.

Unsur air yang membentuk budi pekerti seorang anak manusia yang dalam bahasa agamanya adalah akhlak. Kenapa dijadikan Tuhan air merupakan unsur yang dominan dalam tubuh manusia? Karena baik atau buruknya seorang anak manusia ditentukan oleh budi pekerti atau akhlaknya. Setinggi apapun ilmu seorang anak manusia, sebaik apapun kepatutan yang dimiliki, secerdas apapun akalnya, jika tidak memiliki akhlak yang baik atau budi pekerti yang baik, malah bisa berbahaya atau merugikan orang lain.

Kemudian unsur tanah yang membawa sifat kepatutan, adalah untuk mendukung air atau sifat budi pekerti seseorang, makanya air dan tanah sering bersatu dalam komposisi yang pas untuk tumbuh suburnya tanaman. Berbeda dengan unsur api atau unsur angin yang sulit berada dalam satu wadah dengan air, karena akal dan ilmu harus dipayungi atau dilindungi oleh budi pekerti dan kepatutan agar menjadi bermanfaat positif.

Akal dan ilmu yang tidak dipayungi atau tidak disaring melalui budi pekerti dan kepatutan bisa menjadi liar dan merusak, seperti yang banyak terjadi sekarang ini. Sebagian orang yang akal dan ilmu yang dimilikinya diselimuti oleh kebencian dan dendam yang tidak berkesudahaan, sehingga akal dan ilmunya malah dipergunakan untuk menghasilkan keburukan dan dosa.

Jika ke empat unsur dalam raga manusia tersebut digali dan dioptimalkan secara baik, maka akan berujudlah seseorang tersebut yang serba lengkap, yang berbudi, berilmu, berakal serta punya rasa atau kepatutan. Namun dalam buku ini, penulis akan fokus pada sifat air yang ada dalam raga manusia, karena budi pekerti itu yang sepertinya hampir hilang dalam pergaulan atau interaksi antar anak manusia di muka bumi ini.

Air merupakan bagian sangat penting dalam kehidupan, tanpa air di bumi sepertinya tidak akan ada kehidupan karena semua makhluk hidup dan tumbuhan di muka bumi ini membutuhkan air untuk bisa hidup. Seseorang bisa minum air tanpa memakan makanan apapun juga, tetapi seseorang akan sulit apabila makan makanan tanpa minum air sedikitpun juga. Lebih gampangnya bayangkan saja betapa repotnya jika suatu saat air PDAM atau air pompa di rumah sedang gangguan dan air tidak bisa mengalir sama sekali, lalu bandingkan dengan jika tidak tersedia bahan makanan beberapa waktu. Air juga menjadi menentukan tingkat kesuburan kesuburan tanah yang akan menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang memasok kebutuhan hidup manusia, serta kesuburan hutan untuk kebutuhan hewan.

Air ada di berbagai lapisan bumi, di permukaan bumi, udara, dan di dalam bumi, berupa  air tanah, air hujan, air sungai, air danau dan sebagainya. Siklus air adalah sebagai berikut, air hujan yang jatuh ke bumi diserap oleh tanah menjadi air tanah dan yang jatuh di gunung menjadi telaga dan sumber air cadangan yang kemudian mengalir lewat sungai-sungai ke laut. Selanjutnya air laut sewaktu-waktu akan menguap oleh pemanasan sinar matahari menjadi awan sebagai bakal hujan dan selanjutnya menjadi hujan.

Karena unsur air adalah yang paling dominan dalam raga manusia, maka seyogiyanya sifat air tersebut juga dominan mempengaruhi jiwa seorang manusia. Oleh karenanya pada dasarnya semua orang tersebut adalah baik atau berbudi seperti halnya sifat air yang dominan dalam tubuh manusia tersebut. Apalagi ditambah dengan lingkungan hidupnya yaitu bumi ini juga dominan terdiri dari air, diatasnya atau di langit ada air dan dibawahnya atau dalam tanah juga ada air. Disamping aura air sangat menguasai jiwa manusia, aura air juga dominan dalam lingkungan hidup manusia, sehingga seharusnya kehidupan di muka bumi ini damai dan sejuk seperti air.

Jika ada sebagian orang atau sekelompok orang berubah menjadi kurang baik, bisa jadi itu adalah karena pengaruh kurang baik dari unsur lain selain air dalam tubuh mereka. Misalnya unsur api atau panas dalam tubuh manusia yang seharusnya berguna untuk membangkitkan semangat atau nafsu berbuat atau memenuhi kebutuhan dan keinginan. Akan tetapi ketika nafsu berbuat dan memenuhi keinginan tersebut lebih dominan dan tidak terkendalikan oleh unsur air yang diwakili hati nurani, maka bisa membuat seseorang menjadi tidak baik.

Makanya antara hati nurani dan nafsu haruslah selalu seimbang dalam diri seseorang, nafsu untuk mendorong berbuat sesuatu harus selalu dikawal oleh hati nuraninya. Dalam ajaran agama atau pendidikan sering orang-orang diajak atau dihimbau agar selalu introspeksi diri adalah untuk menyadarkan seseorang akan hakekatnya semua orang adalah baik. Dengan menyadarkan seseorang bahwa pada hakekatnya atau seharusnya seseorang itu baik maka diharapkan mereka dapat mengurangi atau menghilangkan pengaruh kurang baik dari unsur lain yang dalam tubuh mereka.

Dari bahasan diatas maka seharusnya adalah lumrah atau jamak jika semua orang itu adalah baik, jujur, rendah hati dan bermanfaat buat orang lain serta mengandung sifat-sifat air lainnya. Bukan justru sebaliknya seperti yang terjadi sekarang di tengah masyarakat sulit atau langka ada orang-orang baik karena yang dominan adalah orang-orang yang egois, tidak jujur dan  sebagainya.

Sehingga jika ada ada beberapa orang yang baik dan jujur serta selalu berbuat baik dan bermanfaat untuk orang lain akan terlihat aneh dalam artian positif atau bahkan dikatakan malaikat dalam tanda kutip. Barangkali karena semakin beratnya persaingan dalam kehidupan atau karena dorongan gaya hidup hedonis atau bersenang-senang sehingga bagi yang tidak memiliki kemampuan dan keterampilan tidak percaya diri dengan jalan yang lurus.

Padahal gaya hidup hedonis tersebut belum tentu membawa kebahagian, kecuali mungkin membawa kepuasan sementara. Begitu juga dalam menghadapi kompetisi hidup yang mungkin bagi sebagian orang terasa semakin berat, tidak perlu disikapi dengan antisipasi atau menjadikan diri menempuh cara-cara yang tidak baik. Karena sebenarnya jalan sukses atau jalan hidup setiap orang sudah ada dan tidak ada yang sama sehingga tidak perlu iri dan curiga pada jalan hidup orang lain. Bahkan Allah sudah menjamin rezeki setiap yang bernyawa, asal orang tersebut berusaha dan berdoa kepada Allah karena Allah yang menentukan siapa dapat apa dan sebagainya.

Kenapa kandungan air dalam tubuh manusia semakin tua semakin berkurang? Pertama karena secara umum semakin tua maka fungsi ginjal dan fungsi beberapa organ tubuh seseorang juga akan semakin berkurang atau menurun sehingga tidak bisa dibebani lagi untuk memproses lebih banyak air. Namun walaupun secara fisik komposisi air atau kandungan air dalam tubuh semakin berkurang, seharusnya sifat air dalam jiwa dan hati manusia seharusnya semakin tinggi.

Karena dengan semakin tuanya raga seseorang, maka fungsi pencernaan dan fungsi-fungsi yang menjadi alat memuaskan nafsu yang selama ini mendorong manusia berbuat tidak baik juga berkurang. Apalagi semakin tua kemampuan fisik untuk beraktifitas, sehingga seharusnya sikap teladan dan ucapan yang bijaksana yang lebih banyak keluar dari diri seseorang.***

Dedi Mahardi adalah Inspirator-Innovator-Author dan Dewan Redaksi dMagek.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here