Beranda Hukum Bupati Indra Catri Jadi Tersangka, Masyarakat Agam Saling Sindir di Sosmed

Bupati Indra Catri Jadi Tersangka, Masyarakat Agam Saling Sindir di Sosmed

0
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus bayu Satake saat memberikan keterangan kepada awak media ( foto google)

AGAM,dMagek.ID,-Masyarakat kabupaten Agam Sumbar geger gara-gara ditetapkanya bupati Indra Catri dan Sekda setempat Martia Wanto sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI Mulyadi.

Penetapan tersangaka itu dinyatakan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Bayu Satake kepada media, Selasa (11/8/2020).

Disebutkannya, penetapan tersangka kedua petinggi Pemda kabupaten Agam ini berdasarkan surat penetapan tersangka terhadap saudara Martias Wanto, 54 th, laki laki dengan Nomor : S.Tap/ 32 / VIII / RES.2.5 / 2020 / Direskrimsus,Tanggal 10 Agustus 2020. Lanjuta, surat penetapan tersangka terhadap saudara Indra Catri, 59 th, laki laki dengan Nomor : S.Tap/ 33 / VIII / RES.2.5 / 2020 / Direskrimsus, Tanggal 10 Agustus 2020.

Penetapan ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi, lalu dilakukan gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (7/8/2020) kemarin dan hasilnya, Indra Cari dan Martias Wanto ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, (10/8/2020).

Sementara itu ketua DPD Partai Gerindra Sumbar yang juga anggota DPR RI Andre Rosiade menyayangkan dan keberatan dengan penetapan tersangka terhadap Indra Catri.

Seperti dikutip dari laman Detik.com, di mana partai Gerindra menyatakan keberatan terhadap status tersangka yang ditetapkan kepada Indra Catri, karena Gerindra sudah secara resmi mengusung Indra Catri sebagai bakal calon gubernur Sumbar, berpasangan dengan Nasrul Abit,” jelas Andre.

Anggota DPR RI ini mengatakan penetapan status tersangka terhadap Indra Catri memberi kesan adanya permainan politik. Andre menyoroti pihak yang terkait dengan kasus tersebut, yakni Mulyadi, anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, yang juga akan maju sebagai bakal calon Gubernur Sumbar.

“Kami minta institusi Polri tidak terlibat politik praktis dan netral serta menjaga pesta demokrasi ini, yang prosesnya sedang berlangsung,” tuturnya.

Sebelum IC dan MW, Polda Sumbar juga telah menetapkan 2 orang ASN dan 1 orang calon ASN di Pemda Agam sebagai tersangka dalam kasus yang sama yakni ES, RB dan RZ.

Belakangan, tersangka ES yang merupakan Kabag Umum Pemkab Agam yang sudah ditahan oleh polda Sumbar meminta maaf kepada Mulyadi secara tertulis yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, dalam surat permintaan maaf kepada Mulyadi itu, ia menyebut ‘disuruh’ atasannya untuk melakukan perbuatan yang disangkakan kepadanya.

Menanggapi berita tersangkanya Bupati dan Sekda Agam, netizen dan media online lokal heboh membicarakan kasus ini, ada yang pro ada yang kontra , namun seperti kebiasaan masyarakat Minang, netizen menulis dalam status dan komentar dengan bahasa isyarat dan sindiran.

Akun Balak Agam misalnya menyindir, “Keputusan panitia lah ado marapulainyo, tibo di padang langsung masuak kamar pengantin” yang maksudnya kira-kira sudah ada keputusan kepolisian mengenai tersangka, tiba di padang langsung kamar tahanan.

Sementara ada seorang netizen lain berujar , “itu ganja mangganja dalam politik mah”, maksudnya kurang lebih, itu ganjal mengganjal dalam politik.

Bupati Agam Indra Catri yang tersangka tersebut merupakan bupati dua periode, sebelumnya pejabat di Pemko Padang. Sementara Sekda Agam Martias Wanto ASN cukup berprestasi yang memulai karir dari bawah, mulai dari kantor camat, jadi Sekcam, kepala dinas, Asisten I bupati dan Sekda, keduanya juga kepala suku bergelar Datuk.***(KS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here