Beranda Historical Perintah Pertama Bung Karno Sebagai Presiden Terhadap Penjual Sate Ayam

Perintah Pertama Bung Karno Sebagai Presiden Terhadap Penjual Sate Ayam

0
soekarno dan perintah tukang sate (foto istimewa)

“Di jalanan, ia bertemu seorang penjual sate. ”Aku lalu memanggil penjaja sate yang berkaki ayam dan tidak berbaju itu, dan mengeluarkan perintah pertama: sate ayam 50 tusuk”

Oleh : Kasra Scorpi

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 baru secara defacto belum secara deyure karena masih banyak syarat berdirinya suatu negara yang harus dipenuhi seperti adanya UUD dan pemerintahan dengan pimpinanya.

Untuk itu esok harinya 18 Agustus,PPKI mulai menggelar sidang perdana di Gedung Tyuuoo Sangi-in atau Gedung Pancasila untuk mengesahkan UUD yang telah dirumuskan panitia sembilan melalui piagam jakarata, lalu memilih presiden beserta wakilnya.

Sidang tersebut yang dijadwalkan dibuka pada pukul 09.30 mundur sampai pukul 11.30 karena masih diperlukan lobi-lobi mengenai sila pertama Panca Sila, yakni “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, yang menjadi keluhan beberapa anggota PPKI dari wilayah Indonesia Timur, seperti Sam Ratulangi, Tadjoedin Noor, Pangeran Noor, I Ketut Pudja, dan Latuharhary.

Berkat lobi dan semangat persatuan para pemimpin sila pertama dirubah menjadi Ketuahan Yang Maha Esa, dengan demikian UUD 1945 yang didalam pembukaanya terdapat 5 sila disahkan tepat pada pukul 13.50, lalu acara sidang berlanjut ke sesi kedua untuk memilih presiden dan wakil presiden.

Pada agenda kedua itu Oto Iskandardinata mengusul, “Berhubung dengan keadaan waktu saya harap supaya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden diselenggarakan dengan aklamasi dan saya majukan sebagai calon, yaitu Bung Karno sendiri. Dan saya usulkan Bung Hatta menjadi Wakil Kepala Negara Indonesia,” kata Oto disambut tepuk tangan 25 peserta sidang, dilanjutkan suara pekik kemerdekaan.

Bung Karno mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para anggota PPKI, dan “Dengan ini saya dipilih oleh tuan-tuan sekalian dengan suara bulat menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Ucapan Bung Karno disambut tepuk tangan. Lalu, semua anggota PPKI berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya.

Usai terpilih, diceritakan dalam biografinya Penyambung Lidah Rakyat yang ditulis Cindy Adams, dia pulang berjalan kaki. Waktu itu, sehari sesudah RI diproklamirkan, Soekarno belum punya mobil dinas nan mewah.

Di jalanan, ia bertemu seorang penjual sate. ”Aku lalu memanggil penjaja sate yang berkaki ayam dan tidak berbaju itu, dan mengeluarkan perintah pertama: sate ayam 50 tusuk,” kata Soekarno dalam biografiny.

Karena tidak ada kursi, Sukarno kemudian berjongkok di pinggir got. ”Kumakan sateku dengan lahap dan inilah seluruh pesta atas pengangkatanku sebagai kepala negara,” kata Bung Karno.***

Penulis adalah Pemimpin Redaksi dMagek.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here