Beranda Pangana Panwas Sebagai Wasit Garis dalam Pelaksanaan Pilkada

Panwas Sebagai Wasit Garis dalam Pelaksanaan Pilkada

0
Dedi Aulia Rahmat (foto istimewa)

Oleh: Dedi Aulia Rahmat

Pro kontra dan hiruk pikuk dunia perpolitikan tanah air seolah tidak ada hentinya. Setelah berlangsung secara nasional pada 2019 lalu dengan segala dinamika dan romantikanya, kini ketegangan dan “kemeriahan” yang kadang membuat gundah, keriuhan dunia politik  bergeser ke daerah termasuk Sumatra Barat.

Berdasarkan pemeberitaan Padangkita.com, Kamis (16/07/2020), Peta politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 09 Desember 2020 di Pasaman Barat (Pasbar), sudah mulai terlihat. Kemungkinan akan ada lima pasangan calon yang bakal bertarung memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati.

Pilihan Partai atau Rakyat Pilihan

Pasalnya dari kelima paslon di daerah Pasaman Barat ada paslon perseorangan yang sudah lolos tahap verifikasi, persyaratan pencalonan dan hasilnya sudah diplenokan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Pasaman Barat, paslon yang maju sebagai kepala daerah melalui jalur independent tersebut mengantongi suara yang lulus verifikasi sebanyak 24.434 suara, melebihi syarat yang di tentukan KPU Pasaman Barat.

Ini akan membuat pesta demokrasi di Pasaman Barat berjalan sengit, dan akan membuat hakim garis (BAWASLU) harus berkerja keras menjaga kedamaian pilkada Pasaman Barat.

Kaki, mata, telinganya Bawaslu (panwas kecamatan, Nagari, dan pengawas TPS). Akan bekerja siang malam, sebab tanpa jajaran tingkat kecamatan dan nagari, Bawaslu tidak akan berjalan semestinya dalam mengawas kelancaran dan kedamaian pesta demokrasi.

Indikasi Dugaan Ilegal Mining di Perkebunan PT. AWB, Ini Tanggapan Komisi ll

Pengawas pemilu harus memiliki integritas dan keberanian untuk mengawal ajang Pilkada 2020 menjadi pesta demokrasi yang jujur, adil, dan berkepastian hukum.

Seorang pengawas harus memiliki mental dan keberanian untuk mengambil tindakan tegas terhadap peserta atau pendukung pasangan calon yang dianggap melanggar aturan. Pasalnya, pengawas nanti akan bertemu dengan calon kepala daerah yang mempunyai kepentingan berbeda-beda.

Pengawas harus mampu memberikan teguran bahkan Tindakan tegas apabila calon kepala daerah/pendukung diduga melakukan pelanggaran.

Dimana Kami Akan Menanam Padi dan Sayur Lagi Pak ?

“Integritas itu pada hakikatnya adalah melakukan apa yang harus dilakukan (pengawas pemilu). Tak usah muluk-muluk, (kewajiban) yang kita lakukan itulah yang harus kita laksanakan,”

Panwascam juga harus sadar memiliki kewenangan yang diberikan Undang-undang. “Bawaslu Hadir sebagai wakil dari negara, wakil dari masyarakat untuk menegakkan keadilan pemilu untuk menjaga agar tata cara prosedur. Tugas mengawasi, menindak itu ada ditangan kita sebagai hakim garis”.***

Penulis adalah Komisioner Panwascam Sungai Bremas Pasaman Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here