Beranda Nusantara Panasnya Pilgub Sumbar, Sempat Terseok-Seok, Akhirnya di Injury Time FaGe Kantongi Rekomendasi...

Panasnya Pilgub Sumbar, Sempat Terseok-Seok, Akhirnya di Injury Time FaGe Kantongi Rekomendasi Tiga Partai

2
Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Irjendpol Drs. fakhrizal - Dr. H. Genius Umar, S.Sos., M.Si. yang di usung oleh partai Golkar, Nasdem serta PKB (foto istimewa)

PADANG,dMAgek.ID,-Tahapan pemilihan Calon Pasangan Gubernur Sumbar untuk Pilkada tahun 2020 berlangsung panas, seru dan menegangkan, sejumlah intrik politik mengapung, Parpol saling mengintai, bahkan kejutan masih tejadi pada injuri time sehari menjelang pendaftaran calon ke KPUD.

Pasangan Bakal Calon Fakhrizal-Genius Umar yang semula maju sebagai calon independen dan gagal karena quota dukungan tidak mencukupi, akhirnya lolos juga setelah mendapat dukungan dari Partai Golkar, Nasdem dan PKB.

Mengutip kabarpolisi.com (3/4/20), Fakhrizal mengatakan, telah mendapat dukungan dari PKB,“Alhamdulillah akhirnya lengkap syarat dukungan partai bagi saya dan Genius Umar untuk maju dalam Pilkada Sumatera Barat 2020-2024”.

Sebelum ada kepastian mendapatkan rekomendasi dari PKB, dMagek.ID sempat konfirmasi ke Fakhrizal, karena sudah tertutupnya peluang untuk maju sebagai paslon gubernur dan wakil gubernur Sumbar mengingat sudah beredarnya di sosial media rekomendasi dari PKB untuk pasangan Mulyadi-Ali Mukni.

Baca Juga: Politik Uang, Oligarki dan Dinasti Rusak Tatanan Demokrasi

“Sabar dinda ada kejutan nanti malam, insya allah kita akan mendapatkan rekomendasi dari PKB, tunggu kabar baiknya nanti”. ujar Fakhrizal melalui sambungan telpon pribadinya.

Sebelum dapat dukungan dari PKB, sejumlah media di Sumbar terbitan Kamis(3/4/20) memprediksi bahwa hanya tiga pasangan calon yang akan maju, yakni pasangan Nasrul Abit-Indra Catri, Mahyeldi-Audy dan Mulyadi-Ali Mukhni, namun hari itu juga Fakhrizal-Genius Umar (FAGE) ternyata mendapat rekom dari Partai Golkar, Partai Nasdem dan PKB.

“Pak Airlangga Hartarto, Pak Surya Paloh dan Pak Muhaimin Iskandar memberi amanat agar kami berjuang sepenuh tenaga. Ini amanah sekaligus tugas, yang akan kami laksanakan dengan baik,” lanjut mantan Kapolda Sumbar itu.

Lolosnya pasangan FaGe di injury time cukup mendapat respon dari netizen di media sosial dengan ucapan “Syukur Alhamdulillah”.

Yang menarik lagi dari proses Pilkada Sumbar kali ini, empat tokoh yang maju berasal dari kabupaten yang sama yakni kabupaten Agam, mereka adalah Mulyadi, Mahyeldi dan Fakhrizal, satu lagi bupati Agam, Indra Catri yang maju sebagai wakil dari Nasrul Abit.

Baca Juga: Pilkada 2020, Masyarakat Harus Selektif dan Jangan Asal Pilih

Bagi masyarakat Sumbar, Pilkada merupakan pesta demokrasi yang nota bene disebut sebagai “Pemilu Badunsanak” (Pemilihan umum bersaudara). Tetapi walaupun demikian suasana proses Pilkada berlangsung cukup panas. Isu-isu negatif terhadap lawan juga di blow-up oleh pendukung masing-masing dalam cerita lapau (warung kopi) dan dimedia sosial.

Seperti pidato Puan Maharani saat PDI-P menyerahkan rekomendasi kepada Pasangan Mulyadi-Ali Mukni menyinggung Sumbar dengan ucapan, “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila” pada Rabu (2/9/20), mendapat kecaman netizen dengan berbagai kata-kata negatif dan bernada emosional.

Bahkan kolega Puan di DPR-RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade merespon ucapan Puan, dengan mengatakan Nasrul Abit lebih Pancasilais dari Mulyadi, juga dikecam oleh netizen pendukung Mulyadi.

Baca Juga: Miko Kamal; Pernyataan Puan Maharani Tidak Menghargai Keringat Orang Sumbar dalam Pendirian Negara Indonesia

Begitupun dengan ditetapkanya Indra Catri Sebagai tersangka oleh Polda Sumbar dalam kasus pelanggaran UU IT beberapa waktu lalu, mendapat perhatian luas masyarakat dan netizen dengan komentar positif negatif, Kasus yang menyeret Indra Catri menjadi tersangka itu saat ini ditunda proses penyidikan sampai tahapan pilkada selesai, sesuai arahan Kapolri yang tertuang dalam surat telegram nomor ST/2544/VIII/RES.1.24./2020 tertanggal 31 Agustus 2020.

Saling jegal dan serang secara politis oleh para kandidat yang akan memperebutkan kursi orang no satu dan nomor dua di Sumatra Barat itu terasa panas dan menegangkan, namun suasana demokratis, beda pendapat bagi masyarakat Sumbar/Minang merupakan hal biasa dan semoga tidak menimbulkan kekisruhan yang memecah belah masyarakat.

Baca Juga: Partai Non Parlemen, Mendukung Para Pengusung Kandidat adalah Sebuah Keharusan Politik

Mari kita tunggu dalam dua hari ke depan saat tahapan pendafataran Calon ke KPUD, apakah akan terjadi lagi kejutan lagi ? Bisa saja! Karena menurut orang Minang,”Pangana indak sakali tumbuah“(pikiran tidak sekali tumbuh), bisa berubah kapan saja.***(KS)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here