Beranda Kolom Pilih Pilkada Atau Rakyat Jadi Korban

Pilih Pilkada Atau Rakyat Jadi Korban

2

Oleh : Djafar Badjeber

Desakan agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ditunda sudah diwacanakan oleh beberapa pihak tiga bulan lalu. Kali ini makin mengkristal desakan penundaan Pilkada oleh elemen bangsa setelah mencermati situasi wabah covid 19 yang makin meningkat.

Alasan penundaan Pilkada itu logis dan semata-mata untuk keselamatan rakyat khusus di 261 Kabupaten/Kota dan di 9 Propinsi. Tidak ada kepentingan politik dibalik penundaan Pilkada itu. Hanya melihat fenomena wabah covid 19 yang terus meningkat dan korban terus berjatuhan.

Baca juga : PASANGAN FA-GE TELAH MENDAFTAR KE KPUD SUMBAR DENGAN PERCAYA DIRI OPTIMIS AKAN MEMENANGKAN…

Depdagri dan KPU perlu melakukan tela’ah serta kajian dampak negatif dari proses pilkada sampai pelaksanaan-nya. Jangan semata-mata pertimbangan demokrasi tapi rakyat jadi korban.

Saat pendaftaran di KPU Daerah sampai Deklarasi sudah sangat terlihat secara kasat mata protokol kesehatan hampir tidak dipatuhi. Ini SANGAT BERBAHAYA !!

Kalau benar-benar Pemerintah, KPU, Partai Politik dan para peserta kontestasi sayang kepada rakyat Indonesia, maka Tunda dulu pelaksaan Pilkada beberapa bulan ke depan. Mendagri kiranya bisa berinisiatif mengundang KPU, Partai Politik, Menteri Kesehatan , Gugus Tugas, TNI dan Polri untuk membahas bersama-sama.

Stakholder diatas perlu melakukan analisa, tela’ah dan kajian secara konfrehensif. Pilkada ini berpotensi menjadi klaster baru covid 19 bila protokol kesehatan tidak dipatuhi oleh semua pihak. Coba baca dan pelajari Undang-Undang no 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Ingat pihak pemerintah bertanggung jawab atas ( keselamatan) Kesehatan warganya.

Baca juga : Siapakah akan kita pilih, Mestinya yang Punya Manfaat Tiga Kemenangan

Ingat saat Pileg dan Pilres lalu ratusan orang Anggota KPPS meninggal dunia yang sebab musababnya tidak diketahui pasti. Layak juga direnungkan pendapat Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Ari Fahrial Syam yang meninta Pilkada ditunda sebab dalam bulan September 2020 wabah covid 19 terus menghantui.

Lebih baik berfikir dan bertindak dari awal dari pada menyesal dikemudian hari.
Penyesalan selalu datang belakangan, namun tidak berguna !!

Penulis adalah Waketum DPP Partai Hanura

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here