Beranda Kolom Saatnya Mempertanyakan Amatiran Politik Sumatera Barat

Saatnya Mempertanyakan Amatiran Politik Sumatera Barat

0

Oleh : Faldo Maldini

…”𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘪𝘮𝘱𝘶𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘪𝘯𝘵𝘪 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢. 𝘔𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘵𝘢 𝘉𝘗𝘚, 𝘚𝘶𝘮𝘢𝘵𝘦𝘳𝘢 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘬𝘶𝘦 𝘦𝘬𝘰𝘯𝘰𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘱𝘳𝘰𝘥𝘶𝘬𝘵𝘪𝘷𝘪𝘵𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘥𝘢𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘫𝘢𝘩𝘵𝘦𝘳𝘢𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘥𝘶𝘯𝘴𝘢𝘯𝘢𝘬, 𝘣𝘢𝘱𝘢𝘬-𝘣𝘢𝘱𝘢𝘬, 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶-𝘪𝘣𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢-𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘗𝘚𝘐 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩-𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪, 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘪𝘬𝘩𝘭𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘈𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘬𝘰𝘯𝘵𝘳𝘪𝘣𝘶𝘴𝘪.”..

Terimakasih atas responnya terhadap tulisan kami sebelumnya, yang berjudul “Debat Cagub Sumbar: Belum Ada Arah!” Berkat tulisan tersebut, timses, kerabat dari kandidat, dan bahkan ada kandidat yang menghubungi kami untuk berdiskusi. Bahkan, ada yang meminta kami bergabung pada tim khusus persiapan materi debat kandidat.

Sampai saat ini, kami meminta maaf, belum bisa memutuskan untuk bergabung dengan kubu tertentu. Tujuan kami saat ini, PSI Sumatera Barat, ingin melangkah bersama anak-anak muda dan orang-orang yang muak dengan situasi politik Sumbar.

Ternyata banyak sekali yang kecewa, kampung halaman ini dikelola dengan cara yang amatiran. Kami kira selama ini semua tentram dan tenang-tenang saja. Ternyata karena banyak yang segan bicara, daripada mencari pertikaian, daripada disisihkan dari pergaulan, daripada digagalkan dalam bisnis, jabatan, dan proyek.

Pikiran-pikiran progresif belum mendapat ruang yang layak. Kami ingin bekerja untuk membuka ruang tersebut sebesar-besarnya. Politik Jalan Pikiran. Berjalan di atas pikiran. Bukan di atas uang atau berbagai transaksi politik jangka pendek lainnya.

Yang jelas, kami merasa tersanjung dimintai masukan dari orang-orang penting Sumbar, yang selama ini hidup dan merasa memahami situasi kampung halaman luar-dalam. Sementara, kami hanya orang yang baru pulang, selalu dapat nasehat “Sumbar ini beda”, “Sumbar ini unik”, dan lain sebagainya.

Dengan bermodalkan data-data perekonomian yang dipublikasi oleh BPS, harusnya permasalahan Sumbar sudah dapat dipetakan dengan baik. Kami heran kenapa kandidat banyak yang berimajinasi terlalu jauh, hingga masalah pokoknya tidak pernah tersentuh. Bahkan, tawaran solusinya terkesan mengada-ada.

Tidak ada kritik dan analisis yang spesial sebenarnya. Yang sedikit membedakan, kami masuk ke dunia politik bukan untuk menanggalkan jaket aktivis dan intelektual, kemudian dibarter dengan seragam pejabat atau tanda kehormatan. Bagi kami, kerja politik tetap bagian dari kerja intelektual. Oleh karena itu, kesimpulan-kesimpulan yang jernih secara akademis tidak boleh hilang dari politik.

Kami simpulkan sedikit inti tulisan sebelumnya. Menurut data BPS, Sumatera Barat hari ini memiliki kue ekonomi kecil, produktivitasnya rendah, dan kesejahteraannya yang tidak sedang baik-baik saja. Jika menurut dunsanak, bapak-bapak, dan ibu-ibu dengan mengata-ngatai kami dan PSI masalah-masalah tersebut selesai, kami pun sangat ikhlas menerimanya. Alhamdulillah, berarti kami punya sedikit kontribusi.

Akhir kata, Nabi Muhammad berpesan, diriwayatkan oleh Abu Huraira ra, ada tiga golongan manusia yang tidak disapa Allah di hari akhir, yakni orang tua bangka yang berzina, penguasa yang berdusta, dan orang miskin yang sombong. Semoga warga Sumatera Barat tidak termasuk pada golongan tersebut. Amin ya Rabb

Penulis adalah
Ketua DPW PSI Sumatera Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here