Beranda Nusantara Sumbar Membutuhkan Pemimpin Yang Tegas dan Disiplin

Sumbar Membutuhkan Pemimpin Yang Tegas dan Disiplin

0


Oleh: Kasra Scorpi

Masyarakat Sumatera Barat yang mayoritas berbudaya/adat Minang sangat toleransi, bekerja sama dalam kehidupan bernagari, saayun salangkah, saling harga menghargai, bijaksana, arif dan fleksibel seperti kata pepatahnya, “tagang bejelo-jelo, kandua badantiang-badantiang”.

Namun juga harus tegas dan kadang dalam situasi tertentu harus keras, “tabujua lalu tabulintang patah”, bahkan kaum perempuanya yang dikenal lemah lembut juga memiliki sikap ketegasan itu, “bajalan bak siganjua lalai, samuik tapijak indak mati, tapi alu tataruang patah tigo”.

Diperlukanya ketegasan karena aturan harus dijalankan menurut semestinya, “nan babarih nan bapaek, nan baukua nan bajangko”.

Apa lagi sekarang banyak kasus-kasus di Sumbar yang memerlukan ketegasan dan penanganan secara hukum untuk menyelesaikanya.

Karena itu untuk memimpin masyarakatnya yang berbudaya/adat demikian diperlukan pemimpin yang “semi militer”, campuran watak sipil dan tentara.

Ketegasan masyarakat Minang untuk menegakan kebenaran telah dibuktikan dalam sejarah melalui perang besar seperti perang Padri, perang Blasteng di Kamang, sampai ke perang pada agresi Belanda I dan agresi Belanda II.

Oleh karena itu, dalam memilih pemimpin atau tokoh yang akan diikuti, masyarakat Minang juga rindu dan cendrung untuk memilih sosok “Takah dan Tageh serta memiliki watak militer”.

Hal itu terbukti dalam beberapa kali pemilihan presiden, dimana sosok militer selalu menjadi idola dan menang di Sumbar, mulai dari Susilo Bambang Yudoyono sampai ke Prabowo Subianto, bahkan Prabowo menang telak dalam dua kali pemilihan di Sumbar.

Sepertinya masyarakat Sumbar RINDU KEPADA PEMIMPIN YANG TEGAS DAN DISIPLIN.

Memang sikap “tageh” dan disiplin dimiliki oleh kalangan sipil dan militer, hanya saja tokoh yang berprofesi sebagai militer (tentara) atau semi militer (polisi) lebih terbiasa bertindak tegas dan berlaku disiplin dalam kehidupan sehari-harinya.

Dalam Pilkada Sumbar untuk memilih gubernur tahun 2020 ini, tampil 4 pasangan yang berlatar belakang politisi, birokrat, pengusaha dan polisi (dulu ABRI) yakni Nasrul Abit-Indra Catri, Mulyadi-Ali Mukhni, Fakhrizal-Genius Umar, Mahyeldi Ansyarullah- Audy Joynaldi.

Namun yang menarik adalah Fakhrizal karena dia satu-satunya sosok yang bukan dari kalangan sipil murni.

Irjen. Pol. Drs. H. Fakhrizal, M.Hum lahir 26 April 1963 berasal dari Pakan Sinayan, Kamang Mudiak, kecamatan Kamang Magek, kabupaten Agam. Bapaknya Sabri, anggota TNI AD dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Sabri bertugas sebagai Pembina Rohani Islam (Rohis) di Dodiklat DAM 3 17 Agustus. Ibunya bernama Asni.

Pengalaman kedinasan Fakhrizal “berjibun” juga, antara lain Selepas menuntut ilmu di SMA Negeri 2 Padang tes Akabri, sekali tes lulus dan dinyatakan bergabung dengan korps kepolisian, bukan tentara seperti bapaknya. 

Lepas pendidikan pada tahun 1986 Ia ditempatkan di Polda Metro Jaya, sebagai Wapamapta Res Metro Jaksel, Polda Metro Jaya. Di awal-awal berdinas, Fakhrizal berputar-putar di Polda Metro Jaya saja.

Kemudian berpindah-pindah jabatan pada berbagai daerah di Indonesia.

Dikutip dari Wikipedia, Riwayat jabatan Fakhrizal, 1986 Wapamapta Res Metro Jaksel Polda Metro Jaya, 1987 Paur Minik Serse Res Jaksel Polda Metro Jaya, 1989  Kanit Resintel Res Metro Pasar Minggu Polda Metro Jaya, 1990 Kanit Res Intel Metro Kebayoran Baru Polda Metro Jaya, 1994 Kapolsek Khusus Buala Polres Badung Polda Nusra, 1995 Kapolsekta Denpasar Polres Badung Polda Nusra, 01–04–1997 Waka Polres Buleleng Polda Bali, 01–03–2000 Kabag Pammasbang Dit Intelpam Polda Bali, 01–09–2000 Pamen Sespim Polri, 23–05–2001 Kabag Serse Ek Dit Serse Polda Jateng

Pada 27–02–2003  Kapolres Jepara Polwil Pati Polda Jateng, 02–01–2006 Wadir Intelkam Polda Metro Jaya, 09–02–2007 Kaden D.1 Dit D Baintelkam Polri, 16–03–2008 Dir Intelkam Polda Jambi, 05–08–2010: Pamen Sde Sdm Polri (dalam rangka dik sespati), 30–12–2010 Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri, 01–04–2011 Kabagdumas Rorenmin Itwasum Polri, 19–10–2011 Sesropaminal Divpropam Polri, 31–10–2013: Karopaminal Divpropam Polri, 05–06–2015 Kapolda Kalteng, 22–12–2016 Kapolda Sumbar dan terakhir 06–12–2019 Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri.

Fakhrizal menikah dengan Ade Fakhrizal pada bulan Juni 1988 dengan seorang peragawati muda yang mewakili Sumbar ke ajang Putri Indonesia di Jakarta .

Fakhrizal dikaruniai empat anak. Si sulung, Alfano Ramadhan mengikuti jejaknya sebagai polisi, tiga lainnya perempuan. Julia Nofadini dan Julia Nofadina kembar, sedangkan si bungsu diberi nama Syarfina***

Penulis adalah Pemred dMagek.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here