Beranda Politik Pesta Demokrasi Usai, Selamat Buat Rakyat Sumbar

Pesta Demokrasi Usai, Selamat Buat Rakyat Sumbar

0

Oleh: Miko Kamal

Pilkada selesai sudah. Hasil coblosan sudah dihitung di masing-masing TPS. Hanya saja kompilasi semuanya belum jadi. Yang ada baru hasil hitung cepat (quick count).

Dua lembaga menggelar quick count: voxpol dan poltracking. Hasil keduanya mirip-mirip. Pasangan Mahyeldi-Audy jadi juara. Prosentasenya di kisaran 32%. Diikuti pasangan Nasrul Abit – Indra Catri yang dapat sekitar 29%. Seterusnya Mulyadi – Ali Mukhni (26%) dan Fakhrizal – Genius Umar (hampir 10%). Prosentase sample suara yang terkumpul sudah melampaui angka 97%.

Hasil quick count memang belum hasil yang sebenarnya. Itu hasil dari sampel yang dikumpulkan di beberapa TPS secara proporsional. Saya dengar sampel yang digunakan berjumlah 800 TPS.

Meskipun belum hasil resmi, hasil quick count biasanya dapat dipertanggungjawabkan. Hasilnya didapatkan dari hitung-hitungan ilmiah. Bukan takok uwok-uwok saja. Ada statistik terapan yang digunakan.

Menyikapi hasil quick count, Mahyeldi – Audy sudah mendeklarasikan kemenangan. Yang hadir calon wakil gubernur Audy Joinaldy, ketua tim pemenangan Mochklasin dan saya sendiri sebagai jubir dan ketua bidang hukum dan advokasi. Mahyeldi tidak bisa hadir. Beliau ada kegiatan lain yang diselenggarakan pada waktu yang hampir bersamaan di tempat lain.

Menurut Audy, kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Sumbar. Bukan hanya kemenangan pendukung, simpatisan dan pemilih Mahyeldi-Audy saja. Kita wajib bersyukur kepada Allah, kata Audy.

Audy juga mengucapkan terima kasih kepada partai pengusung (PKS dan PPP), semua relawan dan simpatisan yang telah bekerja keras.

Menurut Audy, kerja para relawan belum selesai. Suara rakyat harus dijaga. Not even 1 suara rakyat yang boleh diselewengkan. Semua harus tetap menjaganya sampai pleno KPU.

Kita rakyat harus pula bersyukur. Pilkada berjalan lancar. Tidak ada cacat berarti. Kalaupun ada, paling itu tingkat partisipasi publik yang rendah. Di TPS saya mencoblos, tingkat partisipasinya sekitar 45% saja.

Besok, rakyat sudah harus beraktifitas normal lagi. Mari kita lupakan ketegangan selama kampanye yang mungkin saja terjadi. Cabiak-cabiak bulu ayam. Biduk sudah lalu, kiambangpun harusnya sudah pula bertaut.

Yang tidak puas dengan hasil pilkada tentu saja ada. Biasa itu. Dalam pertandingan tentu ada yang menang dan yang kalah. Yang menang tidak perlu berbesar hati berlebihan. Yang kalah pun tidak usah terlalu bermuram durja. Ini hanya permainan dunia. Biasa-biasa sajalah.

Tentang saya pribadi, saya minta maaf kepada semua pihak. Kepada siapa saja yang mungkin merasa tersinggung dengan lisan dan tulisan saya selama masa kampanye. Wabil khusus kepada Andre Rosiade, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Tulisan saya terakhir dianggap body shaming oleh beberapa orang pendukung Andre. Mungkin juga oleh Andre.

Tidak ada saya berniat melakukan body shaming. Diksi yang saya gunakan itu murni untuk membuat tulisan itu menjadi cair. Terus terang, sebelum tulisan itu saya rilis, sudah berulang kali diksi itu hilang timbul hilang timbul. Akhirnya mucul juga. Sepertinya dengan diksi itu, tulisan itu lebih cair dan juga enak dibaca.

Sekali lagi, kepada Andre saya minta maaf, kepada Allah saya minta ampun.

Kepada para calon yang saya dan tim laporkan kepada Bawaslu saya juga minta maaf. Saya angkat jari yang sepuluh, sebelas dengan kepala. Saya hanya menjalankan tugas. Sebagai pengacara. Juga sebagai warga negara yang menginginkan pilkada berkualitas. Tidak lebih dari itu.

Akhir kalam, mengutip Mahyeldi dan Audy, selamat buat masyarakat Sumatera Barat yang hari ini sudah menunaikan hak konstitusional dan/atau menang dalam pilkada. Kemenangan kita bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here