Beranda Nusantara Walikota Sawahlunto Deri Asta “Wartawan Adalah Parlemen Intelektual”

Walikota Sawahlunto Deri Asta “Wartawan Adalah Parlemen Intelektual”

0

SAWAHLUNTO-dMagek.ID,- Wartawan itu profesi mulia dan mmerupakan Parlemen Intelektual. Tugasnya sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pernyataan ini disampaikan Walikota Sawahlunto Deri Asta,SH menjawab pertanyaan wartawan dMagek.ID di rumah dinasnya Kamis (10/12/20).

Menurut Deri, ada empat fungsi pokok pers itu merujuk kepada Undang Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yakni sebagai alat sosial kontrol dan kontrol sosial, sebagai sarana pendidikan dan peningkatan ilmu pengetahuan, sebagai sarana hiburan dan pengembangan budaya serta seni dan sebagai sarana bisnis, perekonomian dan pengembangan industri dari hulu ke hilir bergerak secara terpadu, terkoordinir dan terinplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam keterangannya Walikota juga menyinggung tentang landasan idil (ideologi) wartawan dalam menjalankan fungsi, tugas dan profesi berfondasi kepada Pancasila dan UUD 1945. Secara yuridis formal operasionalnya dilindungi dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sementara secara filosofis diatur dalam Kode Etik Jurnalistik/Wartawan (KEJ/W), Peraturan/Anggaran Dasar (PD/AD) Peraturan/Anggaran Rumah Tangga (PRT/ART) organisasi peofesi yang memayunginya dan Budaya Lokal/Nasional yang selalu berkembang. “Jadi tugas, fungsi dan profesi wartawan itu sangat mulia dan penuh tantangan yang memerlukan keseimbangan dan kehati-hatian”, kata Deri.

Berbicara tentang organisasi wartawan di Kota Sawahlunto menurut Walikota ada bermacam-ragam. Jumlah wartawan yang bertugas di Kota Warisan Dunia versi Unesco ini sekitar lebih-kurang 60 orang terdiri dari anggota PWI, AJI, IJTI dan organisasi lainnya seperti PWRI, PPWI dan Balai Wartawan Kota Sawahlunto (BWKS) serta organisasi free-lance.
“Interaksi positif antara Pemerintah, Swasta, Masyarakat dan Wartawan/Pers terjalin dengan baik”, kata Deri Asta Dt. Rangkayo Mulia.

Interaksi positif dari jembatan komunikasi tersebut, ungkap Deri, dapat dilihat dan dirasakan dari karya-karya wartawan yang selalu objektif, konstruktif, berimbang dan jauh dari nilai-nilai yang bersifat subjektif, destruktif, antagonis, SARA dan adudomba.

Ke depan, kata Deri, peran tugas, fungsi dan profesi wartawan akan semakin penting karena Kota Sawahlunto ditinjau dari berbagai sisi akan terus berkembang serta mengembangkan diri unruk kemajuan yang makin pesat.
Ketika diminta tanggapannya, Walikota yang masih memakai kemeja warna putih dan celana dasar warna hitam menegaskan dengan lugas bahwa demi Kota Sawahlunto yang lebih baik, dirinya siap menerima wartawan untuk konfirmasi dalam waktu 24 jam. (Beni M)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here