Beranda Politik Pilgub Ranah Minang Tak Luput dari Aksi “Tungkai Menungkai”

Pilgub Ranah Minang Tak Luput dari Aksi “Tungkai Menungkai”

0

Oleh : Kasra Scorpi

Pilkada serentak tahun 2020 telah usai, para pasangan calon kini sedang menunggu hasil resmi dari KPU. Namun sebagai gambaran awal sejumlah lembaga survey telah mengeluarkan hasil quick count atau hitungan cepat pada sore Rabu(9/12).

Untuk Pilgub Sumbar, dari 4 paslon yang bertanding yakni Mulyadi-Ali Mukhni, Nasrul Abit-Indra Catri, Fakhrizal-Genius Umar dan Mahyeldi- Audy Joinaldy, yang memperoleh suara terbanyak/dua besar menurut quick count adalah Mahyeldi-Joinaldy dan Nasrul Abit-Indra Catri dengan selisih suara sekitar 2 persenan.

Hasil ini cukup mengejutkan karena calon Partai Gerindra kalah dari calon PKS dan PPP. Padahal baru setahun lalu Partai Gerindra menang besar di Sumbar dalam pemilihan legislatif dan memenangkan pasangan Capresnya Prabowo-Sandi dengan angka telak.

Lagian sosok yang diusung Gerindra nama-nama keren dan punya jabatan penting di provinsi ranah minang ini.

Sosok tersebut adalah Nasrul Abit mantan Bupati Pesisir Selatan dan Wakil Gubernur Sumbar, seorang pangulu bergelar Dt Malintang Panai, sedangkan wakilnya Indra Catri Bupati Agam dua priode juga seorang pangulu bergelar Dt Malako nan Putiah, bertitel Doktor dan memiliki multi talenta, pandai menyanyi.

Dari segi kewilayahan pasangan ini cukup mewakili ranah minang, Nasrul Abit dari daerah rantau, sedangkan Indra Catri dari wilayah darek/luak Agam. Tingkat popularitasnya lebih tingga karena keduanya pimpinan pemerintah provinsi dan kabupaten.

Di lain pihak, calon usungan PKS dan PPP juga tak kalah keren, Mahyeldi adalah wali kota Padang dua priode, bergelar Dt Marajo dan disebut buya karena seorang pendakwah agama, sementara Audy Joinaldi bergelar Dt Rajo Pasisia Alam dan memiliki seabrek titel akademis. Namun Audy termasuk nama baru di Sumbar karena dia anak Minang yang gadang di rantau.

Keduanya cocok dengan tipe kepemimpinan sesuai dengan pilosofi masyarakat minang Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah, dimana pimpinan selalu muncul dari kalangan “tungku tigo sajarangan” terdiri dari petinggi adat, agamawan dan cerdik pandai.

Namun tingkat keterpilihan Paslon terkait dengan persepsi publik terhadap Paslon dan persepsi publik akan dipengaruhi oleh isu-isu positif dan negatif yang melibatkan calon serta partai mengusung, disamping itu juga dipengaruhi oleh aktifitas sosialisasi, kampanye dan visi misi yang diusung calon, termasuk pendanaan.

Melihat kepada isu yang berkembang terhadap personil calon dan partai pengusung pada masa menjelang dan dalam proses pilkada, kubu Mahyeldi memang lebih aman dari pada kubu Nasrul Abit.

Karena Partai Gerindra sebagai pengusung kubu Nasrul Abit sempat menimbulkan “kekecewaan” simpatisanya akibat bergabungnya Prabowo ke kabinet Jokowi, sementara “motor” Gerindra Sumbar Andre Rosiade juga pernah membuat heboh publik akibat keterlibatanya dalam penangkapan PSK di salah satu hotel di kota Padang. Kasus itu diblow up media dengan “cimeeh” ala Minang, “pakai dulu baru tangkap”.

Selain itu, calon wakil gubernur Partai Gerindra, Indra Catri sempat menghebohkan publik Sumbar gara-gara menjadi tersangka pencemaran nama baik/pelanggaran UU IT melalui akun media sosial abal-abal atas nama Maryanto yang dilaporkan Calon gubernur Sumbar nomor 1 yakni Mulyadi. Kasus ini juga diblow up media lokal dan nasional.

Namun penyidikan terhadap Indra Catri dipending menjelang proses Pilkada, lalu di-SP 3 oleh Polri.

Sementara itu Paslon nomor 1 Mulyadi selain mendapat pencemaran nama baik di akun medsos abal-abal tersandung pula pada injuri time dengan penetapanya sebagai tersangka melalui kasus kampanye di luar jadwal.

Mahyeldi juga tak luput dari laporan soal dana posko pemenanganya.

Ternyata Pilgub Sumbar/ranah minang yang ber-ABS SBK tidak luput dari aksi “tungkai menungkai” antar sesama pasangan calon.

Hanya Fakhrizal-Genius Umar yang aman dari isu-isu negatif walaupun pasangan ini memperoleh suara terkecil.

Fakhrizal-Genius sebenarnya memiliki peluang cukup besar, tetapi terlambat sosialisasi, karena mereka semula maju melalui jalur independen kemudian gagal di KPU, menyebabkan perhatian masyarakat terhadap Paslon ini berhenti sejenak, barulah saat menjelang pendaftaran ke KPUD pasangan ini mendapat dukungan dari sejumlah partai, sehingga persiapanya tergesa-gesa.

Namun apapun hasilnya, Pilkada Sumbar telah berlangsung dengan aman. Selamat kepada pemenang semoga dapat menjalankan tugas dengan baik

Penulis adalah Pemred dMagek.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here